Mengapa penting untuk mendaftarkan perkawinan campuran ? dan bagaimana prosedur nya ?

30 Mar

Disini saya tidak akan berpanjang lebar, langsung kepada akibat hukumnya saja :)

Akibat hukum bagi perkawinan campuran yang telah lalai dicatatkan pada lembaga pencatatan perkawinan terutama pada status istri dan anak adalah:

a. bahwa perkawinan tersebut dianggap belum sah dimata negara;

b. apabila lahir anak-anak dalam perkawinan tersebut, mereka hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibu (Pasal 42 dan 43 UU Perkawinan).

c. baik istri maupun anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut tidak berhak menuntut nafkah ataupun warisan dari ayahnya.

Apa Konsekuensi atas perkawinan campuran tersebut ?

Dalam hal salah satu pihak akan mengajukan gugat cerai, maka harus mencatatkan terlebih dahulu perkawinan yang dilakukan di luar negeri tersebut dengan tunduk kepada hukum positif Negara Kesatuan Republik Indonesia di lembaga pencatatan perkawinan di wilayah ia berada, atau di wilayah Indonesia dimana ia berdomisili, karena ia harus memenuhi ketentuan Pasal 60 ayat (2), yaitu melakukan pencatatan perkawinannya berdasarkan undang-undang yang berlaku dan apabila ternyata Warga Negara Indonesia tersebut belum mencatatkan perkawinannya menurut ketentuan hukum perkawinan Indonesia, dan ia bermaksud untuk menggugat cerai pasangannya maka hal lain yang dapat dilakukan adalah memohon penetapan pengadilan bahwa perkawinan yang dimaksud memang telah terjadi.

  • PROSEDUR & SYARAT-SYARAT MELAKUKAN PERNIKAHAN DENGAN WNA

TAHAP I : DOKUMEN
Masing-masing calon mempelai mempersiapkan dokumen yang diperlukan yaitu:

W N I

Akte Kelahiran
Kartu Keluarga
Paspor
Kartu Tanda Penduduk
Surat Keterangan RT&RW yang menyatakan Ybs belum menikah lagi, lalu surat keterangan tersebut di legalisir oleh Camat Setempat
Bila akad nikah dilaksanakan diluar wilayah KTP ybs, maka perlu mengisi 1 formulir ”numpang nikah”
Pas Foto uk 3 X 4 dan 4 X 6 @ 3 lembar

W N A

Akte Kelahiran
Surat Keterangan Belum Kawin/Akta Cerai
Surat Ijin Orang Tua (jika usia dibawah 21)
Kartu Keluarga
ID Card/KTP
Visa (Jika menikah di Indonesia)
Surat keterangan lapor diri dari kepolisian
Surat ijin dari kedutaan
Pas Foto uk 3 X 4 dan 4 X 6 @ 3 lembar

SEMUA DOKUMEN LALU DI LEGALISIR DAN DITERJEMAHKAN KE DALAM BAHASA INDONESIA OLEH PENERJEMAH TERSUMPAH, LALU DILEGALISIR OLEH KEDUTAAN YANG ADA DI INDONESIA

TAHAP II : PENDAFTARAN PERNIKAHAN
Tanggal rencana pernikahan harus di daftarkan selambat-lambatnya 14 hari sebelum hari – H, hal ini dimaksudkan untuk memenuhi asas publikasi yaitu diumumkannya lebih dahulu nama pasangan calon pengantin di KUA setempat untuk mencegah apabila ada tuntutan di kemudian hari.

Dokumen-dokumen tersebut diatas didaftarkan dengan urutan sebagai berikut:
1. Dokumen calon mempelai di daftarkan ke KUA dimana akad nikah akan dilaksanakan.
2. Bila pernikahan di lakukan bukan di kantor KUA setempat (misal di gedung, masjid, dll) maka harus memberitahukan kepada pejabat akta nikah
3. Jika ada perjanjian pra nikah, maka disampaikan pada waktu pendaftaran ini.

TAHAP III : SETELAH PELAKSANAAN PERNIKAHAN
Setelah melangsungkan pernikahan, maka suami istri masing-masing akan menerima buku/akte nikah, dimana kemudian akte nikah ini dilegalisir ke Departemen Hukum dan HAM, Departemen Luar Negeri, lalu di daftarkan ke kedutaan Negara yang bersangkutan untuk dicatat.

credit Myrna Zachraina, FH UI.

Nova Sayaka Situmeank

psa-30032012

26 Responses to “Mengapa penting untuk mendaftarkan perkawinan campuran ? dan bagaimana prosedur nya ?”

  1. bony October 2, 2012 at 11:28 am #

    nama saya bony, saya sudah menikah dengan WNA dari Malaysia 17 tahun yang lalu. sekarang saya mau mendaftarkan pernikahan saya di catatan sipil, karena saya mau membeli asset di negara saya dan mau menggunakan proses KPR atau melalui pinjaman di perbankan. mohon saran dan arahan nya, apa yang harus saya lakukan supaya saya dapat meminjam ke bank untuk membiayai asset saya?

  2. Deni March 1, 2013 at 10:55 pm #

    Dear mbak nova, saya deni ,saya nikah dengan wna kira kira hampir 5 Tahun yg lalu, dan ketika nikah saya tidak membuat perjanjian pra nikah karena memang kondisinya memang tidak punya apa apa dan dari kua juga tidak ada yg menginformasikan hal ini sehingga saja juga tidak tahu tentang ini. Setelah sekitar satu Tahun saya menikah saya bersama istri membeli property diindonesia, waktu itu untuk mengurus akta dsb saya menggunakan ktp yg saya buat sebelum saya menikah dan Setelah menikah saya tidak memperbaharui ktp saya hingga statusnya di ktp masih single, yg ingin saya tanyakan apa saya masih bisa membuat surat perjanjian pra nikah? Walaupun dalam kondisi sudah menikah atau apakah ada alternatif lain ? Terima kasih sebelum nya.

    • indonesialawforyou March 6, 2013 at 2:35 pm #

      Dear Pak Deni,
      1. Adalah sebaiknya bapak memperbaharui KTP berdasarkan status anda yang sebenarnya, karena hal tersebut akan bermasalah di kemudian harinya, misalnya pada status anak anda nantinya.
      2. Pembuatan “Perjanjian Pra Nikah” dibuat sebelum menikah dan disahkan di Notaris setempat. Jika pernikahan anda dilakukan di KUA artinya pernikahan anda sudah sah di mata hukum. dan saran saya adalah membuat Perjanjian Pasca Pernikahan, yang isinya tidak bertentangan dengan Undang-Undang Pernikahan.

      semoga bermanfaat.

  3. Faizah May 27, 2013 at 11:42 am #

    Dear mbk Nova,
    Saya Fay ada rencana mo nikah dg WNA dr Tanzania di Indonesia. Saya lihat ada syarat utk WNA yg slh satunya yaitu semua dokumen dilegalisir dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerjemah yg disahkan lau dilegalisirkan ke kedutaan WNA yg ada di Indonesia. Yg menjadi pertanyaan saya jika tidak ada kedutaan Tanzania di Indonesia, lalu dimana kita harus melegalisirkan dokumen2 calon suami saya di Indonesia..? dan jika punya anak lahir di Indonesia nantinya, dia akan berkewargaan Indonesia apa menjadi WNA ? terima kasih atas jawabannya

    • indonesialawforyou June 11, 2013 at 10:46 am #

      Dear Mba Fay,
      1. untuk mengetahui kedutaan tanzania di Indonesia, silahkan hubungi
      EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      299 Ali Hassan Mwinyi Road
      P.O. Box 572, Dar Es Salaam
      UNITED REPUBLIC of TANZANIA
      Telp: (255-51) 119-119, 118-113, 115-844
      Fax: (255-51) 115-849

      atau mungkin bisa dilakukan di kedutaan Indonesia di Kedubes Indonesia di Tanzania

      2. anak yang lahir dari ayah WNA dan Ibu WNI (atau sebaliknya) akan memiliki 2 kewarganegaraan sebelum dia berumur 18 tahun, dan setelah itu dia wajib memilih kewarganegaraannya, hal tersebut di atur dalam undang-undang no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaaraan.

      semoga membantu

  4. lisa June 10, 2013 at 4:34 am #

    Dear mba Nova,
    nama sy Lisa,sy nikah sudah 11 tahun,pada waktu itu blm ada ketentuan surat pra nikah,namun suami sy lowyer,jadi dia membuat pra nikah itu,namun tdk di sahkan pada notaris,hanya waktu itu ditanda tanganin oleh duta besar Belgia,kita membuat pra nikah itu dikedutaan Belgia,berhubung suami saya orang Belgia,dan surat surat nikah dari KUA kita legalisir,dan juga laporan dari catatan sipil.
    namun pertanyaan saya sekarang bagaimana bila saya akan membeli rumah dijakarta sedangkan kontrak pra nikah tidah disahkan oleh notaris?trima kasih

    • indonesialawforyou June 11, 2013 at 10:17 am #

      Dear Mba Lisa,
      Tentu anda dapat membeli rumah di jakarta. Untuk keperluan “perlindungan” harta tersebut, anda masih dapat mensyahkan prenuptial agreement tersebut di notaris.
      jika prenuptial agreement tersebut dalam bahasa asing, maka diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh penerjemah terseumpah dan bersertifikat kemudian di sahkan di notaris di Indonesia.
      semoga membantu.

  5. resi September 5, 2013 at 1:58 am #

    Hallo mbak salam kenal, saya mau menanyakan tentang pernikahan WNI dan WNA italia yg dilangsungkan diindonesia,jika misalkan setelah perkawinan pernikahannya belum dicatatkan di kedutaan italy di indonesia,maka bisakah nanti setelah ikut suami menetap di italy,pernikahan tersebut didaftarkan di italy? Atau memang prosedurnya harus didaftarkan terlebih dahulu di kedutaan italy di indonesia sebelum ikut suami ke italy? Mohon informasinya,terimakasih

    • Nova Situmeang November 19, 2014 at 4:46 am #

      Hal teesebut mengacu pada hukum pernikahan Italy, silahkan di cek dgn advocates atau counsellor Italy ya mba.

    • Wulan Brillanti January 2, 2015 at 6:25 am #

      halo mba resi, saya juga seorang WNI yg menikah dengan WNA, kebetulan suami saya orang Italia dan sekarang tinggal di Italia . Pengalaman saya, setelah saya menikah dan mendapatkan buku nikah dari KUA (karena saya muslim) maka kemudian hal yg saya lakukan adalah mencatatkan pernikahan ke catatan sipil sebelum ke italy embassy, karena kedutaan HANYA akan menerima surat keterangan perkawinan dr catatan sipil sebelum di legalisir oleh DEPKUMHAM, DEPLU, dan DEPAG. setelah dokumen dr kementrian tsb selesai maka baru bisa di catatkan di kedutaan Italia yg kemudian dokumen tersebut akan di kirim ke kota dimana suami berasal. kemudian ketika saya tinggal di Italia, saya mencatatkan lagi pernikahan saya ke catatan sipil (kalau disini disebutnya comune), mereka hanya meminta dokumen berupa pasport, id card suami, copy surat keterangan perkawinan yg di legalisir dari kementrian di Indonesia sebagai bukti dan dicocokan dgn dokumen yg dikirimkan dari kedutaan Italia di Indonesia sebelum mendapatkan sertifikat perkawinan dari catatan sipil di Italia

  6. Pipi September 13, 2013 at 3:30 pm #

    Dear Mbak
    Bagaimana kalau saya ingin melangsungkan pernikahan saya dengan WNA belgia di belgia, persyaratan apa saja yang harus saya bawa? Dan bagaimana prosedur lengkapnya dan untuk surat-surat saya apakah diterjemahkan ke bhs Inggris atau ke bahasa Dutch(Nederland) ya? Dan setelah saya menikah disana, apakah saya dapat bekerja disana? kalau ya, dokumen apa yang harus saya bawa?
    Mohon infonya ya Mbak
    Terimakasih

    • Nova Situmeang November 19, 2014 at 4:49 am #

      Hal tersebut harus sesuai dengan hukum pernikahan negara tempat mba menikah dalam hal ini Belgia, silahkan di cek dengan advocates atau counsellor disana. Begitu jg dengan kebutuhan dokumen untuk bekerja disana.

  7. fredrika yulianta husun February 12, 2014 at 2:33 pm #

    Dear Mba Nova,

    Nama saya Dhika saya menikah dengan suami WNA(Australia) teman saya mengatakan bahwa apabila menikah dngan WNA harus membuat Prenuptial Agreement, kalau tidak property yang saya miliki akan diambil alih oleh pemerintah walaupun saya membeli dengan uang cash saya tanpa ada kredit bank ,saya menjelaskan setau saya agreement tersebut hanya untuk memisahkan harta sebelum menikah dan setelah menikah sehingga apa bila ada perceraian disuatu waktu tidak terjadi masalah,mohon penjelasannya

    Kemudian bulan May nanti saya akan melahirkan prosedur apa yang saya harus lakukan akta dsb

    terimakasih mba Nova
    regards
    Dhika

    • Nova Situmeang November 19, 2014 at 4:55 am #

      Dear mba dhika, pengertian anda mengenai guna perjanjian pra nikah tersebut sudah tepat.

  8. anwar October 1, 2014 at 12:47 pm #

    anak saya perempuan menikah dengan Pria dari belgia di KUA Matraman jakarta Timur, katanya saya harus melaporkan pernikahan tersebut ke Depag dan Dephukham di Jakarta, bagaimana prosedur dan tahapan2 nya ??? dan dokumen apa saja yang diperlukan untuk pelaporan tersebut ???..tksh

    • Wulan Brillanti January 2, 2015 at 6:38 am #

      Saya hanya sekedar ingin membantu bapak karena saya juga menikah dengan WNA (suami saya orang Italia). jadi pengalaman saya adalah, sebelum saya melaporkan pernikahan saya ke departemen tsb, hal yg saya lakukan adalah, membuat surat keterangan telah menikah di catatan sipil (karena saya muslim), kebeneran kedutaan suami saya tidak mau menerima copy buku nikah yg di keluarkan dr KUA untuk di lanjutkan ke kementrian terkait maka dari itu saya melampirkan surat keterangan telah menikah dr catatan sipil ke kedutaan italia. namun saya kurang begitu paham jika di kedutaan belgia mau menerima copy buku nikah sebelum melaporkan ke Depag, dan Depkumham. lalu setelah dokumen tsb selesai maka saya berikan ke kedutaan italia hingga kemudian di lanjutkan ke Depkumham, Depag, dan Deplu. dan Dokumen yg di perlukan untuk melapor ke kementrian tsb selain surat keteranga yg di keluarkan catatan sipil adalah pasport suami, surat keterangan masuk islam (karena suami saya mualaf), ktp, KK, copy buku nikah, serta surat keterangan yang di keluarkan dari kedutaan jika salah satu warganegaranya menikah dgn WNI

  9. wazya October 2, 2014 at 8:16 pm #

    dear mb nova.saya azya
    saya seorang wni yg dtg k Malaysia 3th yg lalu.waktu itu saya menggunakan visa pelancong dtg k malaysia..kemudian saya bekerja sambil membuat permit kerja tapi sampe hampir 3 th permit saya belum siap karena selalu di tipu agen.masalahnya dlm keadaan saya yg ilegal ini tahun depan saya invin menikah dg seorang lelaki wn malaysia secara legal…sementara syarat nikah ialah paspor dg visa..sekarang pemerintah malaysia memberi kemudahan utk wni illegal yg ingin pulang k indo dg membayar denda sebesar RM 1250 yg mengganjal pikiran saya setelah saya pulang ke indo bisakah pasport saya di ganti dg pasport visa setelah kasus ilegal saya? lebih mudah menikah di indo atau di malaysia?mohon jawabannya thx

  10. ruslan December 3, 2014 at 5:26 pm #

    Dear Mbak Nova,
    saya sudah menikah dengan WNA Jepang selama hampir 3 tahun dan beberapa saat lagi kami akan memiliki anak. kami tinggal di Indonesia. yang ingin saya tanyakan apakah persyaratan pembuatan akta kelahiran anak kami yg rencananya akan lahir di Indonesia.

    saya dengar KK harus mencantumkan nama pasangan, tapi menurut info yang saya peroleh, pasangan pemegang kitas tidak dimasukkan dalam KK.

    mohon informasinya.
    Thanks

    • Nova Situmeang March 16, 2015 at 9:35 am #

      Dear Pak Ruslan,

      hal pertama yang harus dipastikan adalah pernikahan campuran bapak dan pasangan telah disahkan dan didaftarkan di pemerintah Indonesia (KUA/Capil setempat).

      1. Keterangan Lahir Rumah Sakit yang asli
      2. fotokopi Surat Keterngan Pelaporan Akta kawin
      3. fotokopi KTP + KK Ibu dari anak
      4. fotokopi passport dari Ayah
      5. fotokopi KTP 2 saksi dan menghadirkan 2 org saksi ke Dinas Capil Kota setempat.
      6. mengisi formulir dan menandatangani register akta kelahiran anak di Dinas Capil setempat. terima kasih.

      untuk kemudahannya, pada umumnya Rumah Sakit memberikan jasa pengurusan Akte Lahir, sehingga semuanya diberikan kemudahan, untuk anak dari perkawinan campuran biayanya double dari anak WNI, sekitar 500rb pak.

      Status anak bapak adalah Berkewarganegaraan Ganda, sehingga dikemudian hari harus dibuatkan Affidavit nya.

      semoga membantu.

  11. melissa February 17, 2015 at 3:32 pm #

    mbak, mau tanya, saya menikah di australia, jika saya tidak mendaftarkan pernikahan di indonesia, dgn demikian status saya ” single” di indonesia , kira2 apa masalah yg bisa muncul? mengingat saya jg tidak mempunyai anak. jd saya pikir saya tidak usah mendaftarkan pernikahan saya di indonesia sehingga tidak akan menjadi masalah dgn pembelian properti dsb. mohon sarannya.

  12. katalina March 14, 2015 at 6:32 am #

    Mb sy telah menikah dengan seorang pria johor malaysia yg dilangsungkan di tanjung pinang indonesia tgl 24bfebruari 2015 yang lalu…..saat ini kami akan melaporkan pernikahan di malaysia…syarat yg saya dapatkan menurut hasil browsing di internet salah satunya adalah mendapatkan surat dari konsulat malaysia di tanjung pinang….sedangkan di tanjungpinang tidak ada konsulat malaysia…surat tersebut seperti apa ya…apa yg harus sy persiapkan jika ingin mendapatkan surat tersebut….dan bolehkan saya menyuruh orang lain untuk mengurus jika konsulat tersebut jauh dari tanjung pinang…mohon bantuan jawaban terima kasih

  13. Cucu sumiarsih March 30, 2015 at 3:23 pm #

    Hallo… Nama saya Cucu sumiarsih, saya tinggal di Bandung, Jawa Barat.
    1 bulan yang lalu saya telah melangsungkan pernikahan dengan orang Norwegia.
    Saat ini kami ingin meregistrasi kan pernikahan kami di Indonesia dan juga di Norwegia. Yang saya mau tanyakan apa saja syarat-syarat dan dokumen yang harus kami siap kan? Ke kantor mana saja kita harus meregistrasi? Apakah ada agensi yang bisa mengurus dalam hal ini? Kalau ada tolong saya minta alamat kantor agensi tersebut.
    Terima kasih banyak atas bantuannya.

    Cucu.

  14. Stephanie May 10, 2015 at 9:35 am #

    Dear Nova,
    Saya stephanie, saya akan menikah dg WNA jerman kira2 bulan juli atau agustus nanti( belum pasti tanggalnya) namun pernikahan kami akan kami langsungkan di Denmark. Akhir2 ini saya baru mengetahui tentang prenup, jika saya ingin membuat prenup, apakah saya dan calon saya harus membuat di Indonesia? sedangkan calon saya berada di jerman saat ini tidak memungkinkan untuk datang ke Indonesia? Terimakasih sebelumnya

  15. Muhtanti dwi anggraeni June 24, 2015 at 10:58 pm #

    Mbak Nova,

    Saya menikah dgn WNA dan sudah tercatat di kantor catatan sipil. Tapi di dalam KK nama suami (WNA) tidak bisa dicantumkan. Padahal dia juga penduduk (dia tinggal di Indonesia sudah lebih dari 15 tahun). Mohon penjelasan peraturan pencantuman WNA di KK.

    Terima kasih
    Tanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 149 other followers

%d bloggers like this: