Daftar Bidang Usaha Tertutup Bagi Investor Asing

5 Feb

Penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia.

Penanaman modal asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik yang menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri.

Modal asing adalah modal yang dimiliki oleh negara asing, perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing, dan/atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.

Bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal, baik asing maupun dalam negeri ditetapkan dengan berdasarkan kriteria kesehatan, keselamatan, pertahanan dan keamanan, lingkungan hidup dan moral/budaya (K3LM) dan kepentingan nasional lainnya.

Bidang usaha yang tertutup merupakan bidang usaha tertentu yang dilarang diusahakan sebagai kegiatan penanaman modal.

Kriteria K3LM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dapat dirinci antara lain :

1. memelihara tatanan hidup masyarakat;

2. melindungi keaneka ragaman hayati;

3. menjaga keseimbangan ekosistem;

4. memelihara kelestarian hutan alam;

5. mengawasi penggunaan Bahan Berbahaya Beracun;

6. menghidari pemalsuan dan mengawasi peredaran barang

dan/atau jasa yang tidak direncanakan;

7. menjaga kedaulatan negara, atau

8. menjaga dan memelihara sumber daya terbatas.

Dalam Peraturan Presiden No.77 tahun 2007  mengumumkan Daftar bidang usaha tertutup bagi investor asing sebagai berikut :

1)      Perjudian kasino;

2)      Peninggalan Sejarah dan Purbakala (candi, keraton, prasasti, petilasan, bangunan kuno,temuan bawah laut, dsb;

3)      Museum;

4)      Pemukiman/lingkungan adat;

5)      Monumen;

6)      Obyek ziarah (tempat peribadatan, petilasan, makam dsb);

7)      Pemanfaatan (Pengambilan) koral alam;

8)      Penangkapan Spesies Ikan yang Tercantum dalam Appendix 1CITES;

9)      Manajemen dan Penyelenggaraan Stasiun Monitoring Spektrum Frekuensi

Radio dan Orbit Satelit;

10)   Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio dan Televisi;

11)  Penyediaan dan Penyelenggaraan Terminal;

12)  Pemasangan dan Pemeliharaan Perlengkapan Jalan;

13)  Penyelengaraan dan Pengoperasian Jembatan Timbang;

14)  Penyelengaraan Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor;

15)  Penyelenggaraan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor;

16)  Telekomunikasi/Sarana Bantu Navigasi Pelayaran;

17)  Vessel Traffic Information System (VTIS);

18)  Pemanduan Lalu Lintas Udara (ATS) Provider;

19)  Industri Bahan Kimia yang Dapat Merusak Lingkungan, seperti: Penta Chlorophenol, Dichloro Diphenyl Trichloro Elhane (DDT), Dieldrin, Chlordane, Carbon Tetra Chloride, Chloro Fluoro Carbon (CFC), Methyl Bromide, Methyl Chloroform, Halon, dan lainnya;

20)  Industri Bahan Kimia Skedul-1Konvensi Senjata Kimia (Sarin, Soman, Tabun Mustard, Levisite, Ricine, Saxitoxin, VX, dll);

21)  Industri Pembuat Chlor Alkali dengan Bahan Mengandung Merkuri;

22)  Industri Siklamat Dan Sakarin;

23)  Industri Minuman Mengandung Alkohol (Minuman Keras, Anggur, Dan Minuman Mengandung Malt);

24)  Industri Logam Dasar Bukan Besi (Timah Hitam);

25)  Budidaya Ganja.

copyright : nova sayaka situmeank

email : ichi.noova@gmail.com

nys-pa-050211

Republik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: