Pencatatan Perkawinan Yang Sudah Lewat Batas Waktu

27 Sep

Yang dimaksud dengan “sudah lewat batas waktu” adalah masa dimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang menetapkan bahwa pernikahan harus di daftarkan/dicatatkan setidak-tidaknya 1 (satu) tahun sejak pernikahan itu dilangsungkan.. hal ini dapat ditemukan dalam UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan UU Administrasi Kependudukan.

Bahwa tidak dapat dipungkiri sampai saat ini masih banyak pasangan-pasangan yang menikah baik sesama warga negara Indonesia (WNI), ataupun pasangan campuran antara WNI dengan WNA (Warga Negara Asing) yang belum terdaftar di Indonesia.

Pencatatan tersebut adalah untuk keperluan administrasi kependudukan guna pencatatan peristiwa penting sebagaimana diamanatkan dalam UU NO.23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Selain daripada itu, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah demi mendapatkan pengakuan yang sah dari Negara bahwa pasangan tersebut telah menikah dengan sah dan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan oleh Negara.

Bagaimana penyelesaiannya jika masa lapor dan pencatatan perkawinan telah lewat batas waktunya ? 

PERTAMA, pelaporan dan pencatatan perkawinan yang telah lewat batas waktu tersebut dilaporkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tempat terjadinya perkawinan.

Dengan syarat-syarat sebagai berikut :

  1. Surat Keterangan* telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama/pendeta atau surat perkawinan dari penghayat kepercayaan yang ditanda tangani oleh pemuka penghayat kepercayaan;
  2. Kartu Keluarga;
  3. KTP Suami & Isteri;
  4. Pas Photo Suami & Isteri berdampingan, ukuran 4 X 6 sebanyak 5 lembar;
  5. Kutipan Akte Kelahiran Suami & Isteri;
  6. Akta perceraian bagi yang telah bercerai atau akta kematian bagi pasangan yang sudah meninggal dunia;

Bagi orang asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap , syaratnya :

No. 1 – 6 (diatas)

7. Paspor bagi suami / Isteri orang asing;

8. Izin Kedutaan bagi suami / isteri orang asing;

9. Izin dari Kedubes;

10. Dokumen Keimigrasian.

Bagi orang asing yang memiliki Izin Tinggal Terbatas, syaratnya sebagai berikut :

  1. Surat Keterangan telah terjadinya perkawinan dari pemuka agama/pendeta atau surat perkawinan dari penghayat kepercayaan yang ditanda tangani oleh pemuka penghayat kepercayaan;
  2. Surat Keterangan tempat tinggal;
  3. Pas Photo suami & istri;
  4. Kutipan Akta kelahiran suami & istri ;
  5. paspor bagi suami / istri orang asing;
  6. Izin kedutaan bagi suami atau istri orang asing atau akta perceraian bagi yang telah bercerai atau akta kematian atau surat keterangan kematian bagi pasangan yang telah meninggal dunia

*Surat Keterangan tersebut harus telah di legalisasi oleh pemuka agama di tempat terjadinya perkawinan dan legalisasi tersebut berlaku paling lama 1 (satu) minggu sejak diterbitkan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 144 other followers

%d bloggers like this: